Tugas Utama Penyelia Halal
Dalam Pasal 28 undang-undang Nomer 33 Tahun 2014, terdapat empat tugas utama penyelia halal, yaitu mengawasi PPH, menentukan tindakan perbaikan dan pencegahan, mengoordinasikan pelaksanaan PPH, serta mendampingi auditor LPH dalam proses pemeriksaan. Keempat tugas ini saling terhubung dan membentuk satu rangkaian sistem pengendalian yang memastikan produk benar-benar memenuhi standar halal. Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai tugas utama penyelia halal.
1. Mengawasi Proses Produksi Halal di Perusahaan
Tugas pertama seorang penyelia halal adalah memastikan seluruh rangkaian produksi berjalan sesuai ketentuan halal. Pengawasan ini dimulai dari tahap penerimaan bahan baku di gudang. Setiap bahan yang datang harus diverifikasi kesesuaiannya dengan daftar bahan halal yang telah disetujui.
Pada proses produksi, penyelia halal memastikan bahwa semua prosedur halal diterapkan dengan benar. Hal ini meliputi pengawasan terhadap bahan, fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi menjadi suatu produk halal harus bebas dari material haram atau najis. Oleh sebab itu penting juga bagi Penyelia Halal melakukan pengawasan terkait prosedur pembersihan mesin sebelum digunakan, hingga cara penanganan bahan dan produk oleh operator produksi. Tentunya di proses produk halal tidak hanya sampai disitu, bagi penyelia halal pengawasan ini tetap berlanjut melalui pengecekan area penyimpanan produk jadi. Penyelia halal memastikan bahwa tempat penyimpanan bersih, teratur, dan tidak bercampur dengan produk lain yang berpotensi mengkontaminasi produk halal. Seluruh kegiatan pengawasan dicatat dalam dokumen resmi seperti log produksi, laporan inspeksi, dan catatan ketidaksesuaian sebagai bukti penerapan sistem jaminan produk halal yang akuntabel. Pengawasan yang dilakukan bukan hanya dalam bentuk observasi, tetapi juga pencatatan dan evaluasi terhadap pelaksanaan prosedur tersebut.
2. Menentukan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
Selain melakukan pengawasan, penyelia halal juga bertanggung jawab menangani setiap ketidaksesuaian yang ditemukan selama proses produksi. Ketika terjadi masalah, penyelia halal harus melakukan analisis akar penyebab untuk mengetahui faktor utama yang memicu ketidaksesuaian tersebut. Setelah diketahui penyebabnya, penyelia merancang langkah perbaikan yang tepat, termasuk perbaikan di area produksi, penyesuaian prosedur, atau tindakan administratif terhadap dokumentasi.
Tindakan korektif tidak berhenti pada perbaikan saja. Penyelia halal juga wajib menyusun tindakan pencegahan agar masalah yang sama tidak terulang. Ini dapat berupa pembaruan prosedur atau SOP, penambahan instruksi kerja, pelatihan ulang karyawan, atau perubahan alur kerja. Semua tindakan harus dicatat, dievaluasi efektivitasnya, dan disahkan oleh pihak manajemen agar menjadi bagian dari sistem yang berlaku.
Tanggung jawab ini membutuhkan kemampuan analisis yang baik, pemahaman mendalam tentang proses produksi, serta kemampuan berkomunikasi dengan tim lintas departemen. Penyelia halal harus mampu memastikan bahwa setiap tindakan yang dirumuskan dapat diterapkan secara nyata dan benar-benar mencegah terjadinya kesalahan yang sama.
3. Mengoordinasikan Proses Produksi Halal
Proses produksi halal tidak hanya melibatkan bagian produksi, tetapi juga gudang, pembelian, quality assurance, hingga distribusi. Penyelia halal menjadi penghubung yang memastikan seluruh departemen ini bekerja dalam satu alur yang sama. Koordinasi ini mencakup komunikasi mengenai perubahan bahan baku, pembaruan prosedur atau SOP, serta penyesuaian formula yang harus segera diketahui oleh semua pihak terkait.
Penyelia halal juga bertugas memberikan penjelasan atau pelatihan kepada karyawan mengenai pentingnya penerapan PPH dan implementasi SOP yang telah ditetapkan. Koordinasi yang baik akan mencegah miskomunikasi yang dapat berdampak pada kehalalan produk. Dalam banyak kasus, masalah kehalalan tidak terjadi karena bahan haram, tetapi karena kurangnya komunikasi antara bagian produksi dan bagian lain dalam perusahaan.
Selain koordinasi internal, penyelia halal juga melakukan komunikasi dengan pemasok. Tujuannya adalah memastikan dokumen halal selalu diperbarui serta mengonfirmasi perubahan bahan atau proses yang dilakukan pemasok. Dengan koordinasi yang tepat, penyelia halal dapat menjaga kelancaran alur produksi sekaligus memastikan setiap proses memenuhi prinsip halal yang berlaku.
4. Mendampingi Auditor Halal LPH pada Saat Pemeriksaan
Saat perusahaan menjalani pemeriksaan dari Lembaga Pemeriksa Halal atau LPH, penyelia halal bertindak sebagai penanggung jawab utama yang mendampingi auditor. Penyelia halal menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan auditor, mulai dari catatan penggunaan bahan, daftar pemasok, laporan inspeksi, hingga dokumen perubahan bahan atau proses. Penyelia juga menjelaskan alur produksi secara rinci dan menunjukkan titik-titik kritis yang berkaitan dengan kehalalan produk.
Kemampuan komunikasi sangat penting pada tahap ini. Penyelia halal harus dapat menjawab pertanyaan auditor secara jelas dan akurat, termasuk menjelaskan alasan perubahan, tindakan perbaikan yang pernah dilakukan, atau bukti penerapan prosedur di lapangan. Setelah pemeriksaan selesai, penyelia halal juga bertanggung jawab memastikan temuan auditor ditindaklanjuti sesuai batas waktu yang ditentukan. Keberhasilan proses audit sangat bergantung pada kesiapan dan kompetensi penyelia halal dalam mempresentasikan data serta bukti penerapan sistem.
Kesimpulan
Tugas penyelia halal sangat penting dalam menjaga kelancaran dan kehalalan seluruh proses produksi di perusahaan. Mulai dari pengawasan proses produksi, penentuan tindakan perbaikan dan pencegahan, koordinasi lintas departemen, hingga pendampingan auditor dalam proses pemeriksaan, semuanya memerlukan ketelitian dan kompetensi yang kuat.
| IHATEC: Pelatihan Penyelia Halal
Jika Anda ingin memperdalam pemahaman atau mempersiapkan diri menjadi penyelia halal yang profesional, Anda dapat mengikuti pelatihan penyelia halal di IHATEC. Dengan pelatihan di IHATEC akan membantu Anda memahami tugas dan teknis penerapan SJPH dengan lebih komprehensif. IHATEC sendiri merupakan salah satu lembaga lembaga pelatihan halal terbaik yang sudah berpengalaman sejak 2017.